Choir Gbi Bandung Headline

Wednesday, April 17, 2013

BELAJAR MENJADI DIRIGEN / CONDUCTOR


Istilah Dirigen (Belanda : dirigent; Inggris ; conductor) diartikan sebagai pemimpin dan pelatih (dalam hal ini, yang dimaksud adalah memimpin dan melatih sekelompok pemain musik atau paduan suara untuk memainkan karya musik). Jadi dirigen atau konduktor adalah orang yang memimpin sebuah pertunjukan musik/koor melalui gerak isyarat. Orkestra dan paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen. Seperti pada setiap cabang musik, dirigen adalah sebuah keterampilan yang harus diolah dengan hati-hati. Seseorang dirigen harus bisa memberikan latihan teknis dalam mempersiapkan suatu pergelaran, sekaligus memberikan penafsiran yang tepat untuk masing-masing lagu yang akan dinyanyikan. Disamping itu seseorang dirigen harus mampu menguasai musik secara teknis sehingga apabila menghadapi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh anggota kelompok yang dipimpinnya dan dapat segera memberikan jalan keluar. Dirigen atau Conductors menggunakan jenis musik bahasa isyarat yang terdiri dari tangan, lengan dan gerak-gerik wajah daripada bicara untuk berkomunikasi dengan musisi (peserta paduan suara) dalam ansambel. Menjadi seorang dirigen adalah pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan syarat-syarat yang harus dipenuhinya, baik secara fisik maupun mental. Adapun syarat-syarat tersebut adalah Syarat-syaratseorang Dirigen/ Conductor yang baik : a. Seorang Dirigen harus Berwibawa Seorang dirigen harus mempunyai wibawa yang memadai, karena dia harus memimpin sekian puluh orang yang harus taat kepada aturan-aturan (baik teknis maupun naskah lagu) Sebagai seorang pemimpin dia harus mampu memberi sugesti dan motivasi kepada anggota kelompok yang dipimpinnya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi. b. Seorang Dirigen harus Musikal Seorang dirigen harus mempunyai bakat musik yang memadai misalnya : mempunyai kepekaan untuk merasakan Picth yang kurang pas/kurang tepat. Segera tahu faktor-faktor kesulitan pada sebuah lagu /karya musik dan dapat memberikan jalan keluar yang tepat. c. Seorang Dirigen Mempunyai Pengetahuan Musik Seorang dirigen harus mempunyai pengetahuan musik yang baik misalnya secara teknis tentang teori musik (akord-akord, bentuk-bentuk, musik, orkestrasi dll.) bahkan tidak jarang seseorang komponis juga merangkap sebagai seorang dirigen. Dengan pengetahuan musik yang lengkap tadi diharapkan dalam menyajikan suatu karya musik tidak mengalami salah penafsiran. d. Seorang Dirigen harus Mempunyai Imajinasi Seorang dirigen dengan kemampuan imajinasi yang baik harus bisa mengungkapkan / mengekspresikan pesan-pesan yang ada pada catatan musik/partitur tersebut menjadi sajian musik yang bisa dimengerti penontonnya. e. Seorang Dirigen harus Sehat Seorang dirigen yang menjadi tumpuan dari sekian banyak anggota kelompok yang dipimpinnya. Dalam memimpin suatu pertunjukan musik atau koor, Ia akan berdiri terus menerus dan akan melakukan berbagai gerakan tangan. Dan pandangannya harus merata ke semua pemain musik atau paduan suara. f. Seorang Dirigen harus tampak simpatik Seorang dirigen hendaknya berpakaian rapi dan penampilannya meyakinkan. Karena semua pemain musik atau peserta koor, bahkan penonton akan selalu memandangnya. Baton atau tongkat dirigen Ketika memimpin sebuah pertunjukan musik atau koor, seorang dirigen biasanya memegang tongkat dirigen atau disebut juga baton. Tongkat tersebut hampir serupa dengan lidi dan biasanya diberi warna putih dengan panjang tidak lebih dari 60 cm. Baton berfungsi sebagai penyambung tangan dirigen karena baton tidak diperlukan apabila dirigen memimpin ensambel kecil/kelompok paduan suara kecil yang anggotanya kurang dari 50 orang. Baton baru terasa fungsinya apabila kita memimpin orkestra/ensambel besar dengan jumlah anggota yang banyak (lebih dari 50 orang). Teknik mendirigen Penampilan seorang dirigen dalam memimpin paduan suara atau kelompok ensambel lainnya harus jelas, tegas dan dapat dilihat oleh semua anggota kelompok yang dipimpinnya. Cara-cara seseorang dirigen dalam memimpin adalah sebagai berikut a. Posisi Berdiri Badan lurus posisi salah satu kaki sedikit maju. Kedua tangan kira-kira di depan dada dengan posisi siku disamping kiri badan. Posisi tangan kanan boleh sejajar dengan tangan kiri atau sedikit lebih tinggi. b. Gerak Tangan Pembagian tugas tangan kanan adalah memberi tempo, sedang tangan kiri memberikan dinamika. Pada hitungan pertama musik, gerakan tangan selalu mengarah ke bawah (jatuh), sedangkan hitungan terakhir selalu mengarah ke atas. c. Aba-aba dalam memberi aba-aba kita harus mengetahui tanda metrum lagu tersebut. Berikut ini pola gerakan tangan saat memberi aba-aba sesuai dengan tanda metrum. Beberapa pola gerakan tangan dalam memberi aba-aba :

:.Pola gerakan birama 2/4

:.Pola gerakan birama 3/4

:.Pola gerakan birama 4/4

:.Pola gerakan birama 6/8
:.Read More ..

Sunday, July 22, 2012

Tak Bisa Dibungkam

22 Juli 2012

Bacaan Setahun :
Yesaya 31-34

Nats :
Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar. (Kisah Pr. Rasul 4:20)

Tak Bisa Dibungkam

Kisah Para Rasul 4:1-22

Jika menonton film yang bagus, saya akan bersemangat memujinya di Facebook, di Twitter, atau menulis ulasan di blog. Saya akan menjadikannya bahan obrolan, menyarankan teman untuk menontonnya, dan suatu saat menontonnya lagi--mungkin sampai berulang-ulang. Hal serupa bisa berlaku untuk buku, lagu, gadget, makanan, tempat wisata, atau berbagai produk lain. Tanpa disuruh-suruh, kita cenderung menjadi "juru iklan" bagi produk yang kita sukai.

Petrus dan Yohanes bukan hanya menemukan produk yang menyenangkan. Mereka berjumpa dengan Pribadi yang mengubahkan hidup mereka. Mereka mengikuti Yesus dalam pelayanan-Nya; dan Petrus menyangkal-Nya menjelang peristiwa penyaliban-Nya. Akan tetapi, Dia bangkit, menguatkan mereka, naik ke surga, dan mencurahkan Roh Kudus-Nya atas mereka, mengubah mereka dari orang-orang pengecut menjadi pemberita kabar baik yang gigih dan berani (ayat 13). Mereka juga diberi kuasa untuk mengadakan mukjizat seperti Sang Guru. Itu semua membuat mereka tak bisa dibungkam sekalipun dilarang dan diancam oleh sidang mahkamah agama di Yerusalem (ayat 20). Mereka terus memberitakan kabar baik yang telah mereka lihat dan mereka dengar apa pun risikonya.

Bersaksi, dengan demikian, bukanlah suatu program pelayanan, melainkan buah dari perjumpaan dengan Tuhan. Berdoalah agar Tuhan membukakan mata dan telinga hati Anda sehingga Anda dapat mengalami kebaikan-Nya dalam firman-Nya dan dalam pengalaman keseharian. Tanpa disuruh-suruh, Anda akan terdorong untuk menceritakan kebaikan-Nya itu kepada orang lain. --ARS

Sabda :.Read More ..

Wednesday, July 11, 2012

Satu Pelajaran Berharga

Saya pulang bekerja, duduk di kursi terdekat, dan membuka lembaran koran yang sudah saya bawa dari depan rumah. Sebuah berita bisnis menarik perhatian saya karena ada seorang wanita lokal yang berhasil mendapatkan hadiah dari bank, dengan fotonya terpampang jelas. Dia adalah teman kelas saya di SMP, saya ingat. Dia telah menjadi ‘seseorang’, mengapa saya belum? pikir saya dalam hati. Saya mengalami hari yang panjang dalam karir sebagai perawat, saya pulang dengan rasa penat luar biasa dan tidak bersemangat. Kehidupan keuangan masih tidak lancar dan mengingat tentang masa SMP tidak membantu saya sama sekali. Saya hanyalah gadis aneh dengan pakaian yang konyol. Bahkan saya menggunakan kacamata yang tebal dan besar dengan frame yang jelek. Saya sudah membuang buku tahunan sekolah saya yang memuat foto saya dulu dan tidak pernah melihatnya lagi. Semua anak gadis pada masa SMP saya yang terkenal sepertinya menggunakan jeans yang didesain khusus, begitu juga anak laki-laki. Mereka kelihatan begitu sempurna dalam berpakaian, tapi bukan saya. Saya seringkali harus memakai pakaian ibu saya yang ingin dijual, seperti celana yang sangat ketinggalan jaman. Tapi saya ingat ada satu masa dimana pelajaran menjahit ibu guru Barrett, bagaimana saya duduk di depan mesin jahit untuk pertama kalinya. Proyek pertama kami adalah membuat celemek yang sederhana. Gadis-gadis lain memilih bahan denim, saya memilih katun berwarna kuning. Ibu Barret menghampiri meja saya dan berkata, “Betapa warna yang meriah,” katanya. “Caramu menjahit begitu lurus, Roberta.” tambahnya. Bunyi mesin jahit di sekitar saya perlahan menyurut. Hanya ada sisa-sisa bunyi dan ada banyak cengiran mengejek di sekeliling saya. Rasanya saya mati kutu. Namun, ibu Barrett tidak pernah menertawakan siapapun. Dia selalu dapat mengatakan hal positif dari suatu hal. Jika di kelas lain saya sering berkhayal melalui tulisan di buku harian saya, hal itu tak pernah terjadi di kelas ibu Barrett. Dia membuat saya merasa saya tidak berbeda dengan orang lain. Dan semakin dia memberikan saya semangat, saya merasa talenta saya semakin keluar. Tiga puluh tahun kemudian saya masih mempercayai dan mempraktekkan dalam hidup saya tentang apa yang saya pelajari di kelasnya. Betapapun kerasnya kehidupan yang saya jalani, saya dapat bangkit lagi. Saya menemukan bahwa saya bisa menjahit, mendekor, dan juga memasak. Bahkan, karir kedua saya merupakan konsultan dekorasi, berkat ibu Barrett. Menyadari hal itu, saya mengesampingkan koran yang saya baca. Pikiran itu menghampiri saya, mengapa saya tidak memberitahu kepada ibu Barrett tentang jasanya? Saya pun mulai mencari di dalam buku telepon, saya menulis sebuah surat. “Mungkin Anda tidak ingat lagi pada saya, saya hanya ingin memberitahu Anda betapa Anda telah menyemangatkan saya dahulu kala,” tulisnya. Jika saja ada orang yang dapat menyemangati saya seperti itu sekarang, pikir saya dalam hati. Hidup saya tidak ada apa-apanya, tidak ada promosi besar-besaran, rumah saya di pinggiran kota, tidak ada yang berubah, saya masih jauh di belakang. Tiga hari kemudian, telepon datang dari ibu Barrett di tempat kerjaku. Dia meminta saya untuk datang ke rumahnya. Malam berikutnya, saya berdiri di depan rumahnya gugup seperti anak sekolah. Ibu Barrett membukakan pintu. Setelah berbincang sejenak, dia naik ke lantai dua dan membawa buku sekolah tahunan saya. Di dalam hati saya berteriak, “Jangan, Tuhan, tolong. Jangan foto saya yang itu!” “Kau selalu begitu pandai…” dan di sana ibu Barret menceritakan bahwa dia begitu terkesan dengan saya, dia ceritakan dengan sungguh-sungguh. Saat dia bertanya tentang kehidupan saya, saya pun memberanikan diri mengungkapkan segala perasaan saya. Saya ceritakan apa saja, kehidupan saya dan rasa depresi saya. Kemudian, ibu Barrett berkata pada saya, “Pakaian yang engkau jahit sangat berbeda, rumahmu berbeda, kehidupan yang kau jalani juga berbeda,” katanya. “Anak muda mencoba bergabung satu sama lain, agar kelihatan serasi / sama. Orang dewasa pun begitu. Tapi Tuhan sudah membuat kita ini unik. Dia memberikan setiap kita karakter yang berbeda karena kita ini spesial. Karena itu, Roberta, engkau seseorang yang asli. Tuhan mencintaimu seperti apa adanya kamu.” Mendapatkan cara pandang yang berbeda, saya mencoba melihat kembali foto saya tersebut. Memang seperti yang ibu Barrett katakan, saya memang berbeda. Tapi saya juga melihat foto itu sebagai sosok yang menarik. Saya melihat seperti itu sekarang. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri, bisa jadi berbeda cara pandang orang lain terhadap kita. Semuanya itu melalui proses kehidupan. Kesulitan dan masalah ada bukan untuk melemahkan kita, namun untuk memberikan kita batu loncatan. Kita dapat melangkah lebih berani ke depannya. Belajar dari kegagalan, masa lalu yang kelam, kehidupan yang berat, akan membuat kita jadi tangguh di dalam Tuhan. Sumber : guideposts :.Read More ..

Tuesday, July 10, 2012

Jawaban Seorang Anak Ketika Anjingnya Meninggal

      Karena pekerjaan saya sebagai dokter hewan, suatu hari saya pernah dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing Wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing yang bernama Ron, istrinya Lisa, dan anak lelaki kecil mereka Shane, berharap Belker bisa sembuh, apapun penyakitnya. Setelah saya memeriksa Belker, saya menemukan bahwa dia menderita penyakit kanker dan dia dalam proses yang sangat riskan untuk bisa hidup lama. Saya katakan kepada keluarga tersebut bahwa kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker, dan menawarkan kepada mereka solusi euthanasia (memberikan suntikan untuk memberikan kematian secara cepat) kepada Belker, anjing tua di rumah mereka tersebut. Kami pun membuat janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian memberitahukan kepada saya bahwa mungkin ada baiknya anak mereka yang masih berumur 6 tahun itu diperhadapkan dengan kenyataan ini dan melihat sendiri secara langsung bagaimana prosesnya. Mereka merasa bahwa Shane dapat belajar sesuatu dari situ. Keesokan harinya, saya tercekat ketika melihat bagaimana keluarga tersebut mengelilingi Belker. Shane kelihatannya begitu tenang, menimang anjing tua itu untuk terakhir kalinya. Saya bertanya-tanya, apakah sesungguhnya dia tahu apa yang akan terjadi. Dalam beberapa menit ke depan, Belker pun tidur untuk selamanya dengan damai. Anak kecil itu kelihatannya menerima kejadian tersebut tanpa kesulitan ataupun kebingungan. Kami semua duduk bersama setelah kematian Belker, kami membahas mengapa usia anjing lebih cepat daripada manusia. Shane yang awalnya hanya mendengarkan dalam diam, kemudian berkata, “Saya tahu mengapa.” Kepala kami menoleh semua kepadanya. Apa yang kemudian keluar dari mulutnya mencengangkan buat saya. Saya tidak pernah mendengar hal yang begitu nyaman dapat keluar dari mulut dari anak kecil, dan itu mengubah cara hidup saya. Kata Shane, “Manusia dilahirkan agar mereka dapat belajar bagaimana hidup di dalam kehidupan yang baik, seperti mencintai setiap orang dalam setiap waktu dan menjadi orang yang baik, benar? Well, para anjing sudah mengetahui bagaimana cara melakukan hal tersebut, jadi mereka tidak harus tinggal terlalu lama di dunia.” Seringkali kita memang harus belajar dari anjing tentang kesetiaan mereka, pengorbanan mereka, pengabdian mereka kepada tuannya, bagaimana mereka begitu bersemangat memberikan kibasan ekor ketika bertemu tuannya, tidak pernah punya dendam, dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah berpura-pura dan menghidupi kehidupannya dengan penuh cinta kepada tuannya. Di hari yang panas, mereka akan tidur dengan nyaman di bawah pohon yang teduh, begitu menikmati saat angin menerpa wajah mereka ketika mereka berlari, ketika tuannya bahagia, dia akan ikut berlonjak-lonjak, namun ketika sedang sedih, dia hanya diam dan duduk mendekat sambil memberikan perhatian. Luar biasanya pandangan seorang anak kecil tentang anjingnya ini membuat kita menyadari bahwa kehidupan kita terlalu singkat untuk diisi oleh berbagai hal yang tidak penting, hal yang merugikan kita. Buatlah suasana yang nyaman dan bahagia kemanapun kita pergi, lupakan hal-hal buruk, dan fokus pada hal yang baik. Bahkan, berpikirlah hal-hal yang baik kepada orang yang tidak melakukan hal baik. 
Sumber : brosia :.Read More ..

Wednesday, June 27, 2012

READER FOR LEADERS :.Temukanlah sesuatu yang sungguh-sungguh anda nikmati dalam melakukannya, kemudian lakukanlah itu dengan baik.:

Profesor Basil L. Gildersleeve dari John Hopkins University pernah diwawancarai untuk The Saturday Evening Post. Pada saat itu, sang profesor tua dianggap sebagai sarjana bahasa Yunani terbaik di Amerika, dan karyanya telah di beri penghargaan oleh sejumlah organisasi dan masyarakat di seluruh dunia. Si pewawancarabertanya kepada profesor Gildersleeve apa yang dianggapnya sebagai penghargaan atau pujian tertinggi yang pernah di terimanya. Ia berfikir sesaat, lalu menjawab “saya yakin itu adalah ketika salah satu mahasiswa saya berkata, “Profesor, anda sangat bersenang-senang dengan pikiran anda!”” Para peneliti prilaku telah menemukan bahawa bila orang-orang menikmati pekerjaan meraka dan merasa bahwa pekerjaan mereka itu penuh makna, mereka lebih produktif, lebih terbuka pada peningkatan prestasi, dan lebih peduli pada kualitas pekerjaan mereka. Bila tingkat produktivitas dan kualitas meraka meningkat, mereka lebih efisien dan sebenarnya mulai memperoleh lebih banyak uang--- Melalui kenaikan pangkat, kenaikan gaji, atau peningkatan jumlah pelanggan. Bila perolehan mereka meningkat, mereka bahkan cenderung semakin menikmati pekerjaan mereka! Agar seorang pemimpin menjadi benar-benar efektif, anda harus menemukan kesenangan dalam pekerjaannya. Temukanlah sesuatu yang sungguh-sungguh anda nikmati dalam melakukannya, kemudian lakukanlah itu dengan baik. Keberhasilan pasti mengikuti anda*** :.Read More ..

Tuesday, June 26, 2012

READER for LEADERS :.Teruslah menetapkan sasaran baru.:

READER for LEADERS

Banyak orang menghadapi godaan untuk mengendur begitu mereka mencapai suatu tujuan. Pada saat itu, mudah untuk membiarkan keresahan dan kekurangan masa silam berlalu dan menerima ilusi bahwa tujuan sudah dicapai. Para atlet profesional sangat menyadari bahaya puas diri seperti itu. Bahkan ketika berada dalam penampilan puncak mereka, mereka menghadapi tantangan memperisapkan diri untuk untuk saat keterampilan mereka memudar dan pujian berakhir. Mereka yang tidak bersiap-siap untuk ini, seringkali terdampar di karier kurang berarti, dan beberapa bahkan jatuh sama sekali. Pada tahun 1960an, Dave Bing merupakan pengumpul terbanyak skor NBA dalam tahun keduanya sebagai pemain Detroit Piston. Kini, ia masih dianggap sebagai salah satu pemain bola basket terbaik. Bing berpikir kedepan. Sebelum ia menjadi profesional, ia kuliah di Syracuse University. Para penasehatnya menyarankan dia untuk melewatkan pelajaran-pelajaran serius dan meraih gelar dengan “mudah”. Bing menolak, ia malah mengambil kelas bisnis yang sulit. Selama tahun-tahun profesionalnya, ia meneruskan pendidikannya, membaca dengan lahap dalam perjalanan, dan di sela-sela musim pertandingan ia bekerja di bank, pabrik baja, dan Chrysler Corporation. Kini, ia adalah CEO dari tiga perusahan yang berniai jutaan dolar yang memperkejakan lebih dari 300.000 orang dan merupakan salah satu pengusaha kulit hitam tersukses di Amerika. Jangan biarkan satu keberhasilan menahan anda dari terus mengejar hal-hal yang lebih besar dan lebih baik. Teruslah menetapkan sasaran baru, dan anda akan meraih hal-hal yang tidak pernah anda bayangkan dapat anda raih *** :.Read More ..

Tuesday, June 5, 2012

Bukan Sekadar Lewat

05 Juni 2012

Bacaan Setahun :
Amsal 10-12

Nats :
"Berbahagialah orang ... yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:1-2)

Bukan Sekadar Lewat

Mazmur 1:1-6

Donald S. Whitney mengamati bahwa "banyak jiwa yang merana adalah para pembaca Alkitab yang tekun." Mengapa? Karena mereka hanya membaca saja, dan tidak merenungkannya. Ia menulis, "Jika kita tidak hati-hati, perkataan Alkitab hanya akan menjadi aliran kumpulan kata yang melewati pikiran kita. Segera setelah kata-kata itu lewat dalam pikiran kita ... kita harus segera mengalihkan perhatian pada hal yang sekarang ada di hadapan kita. Ada begitu banyak hal yang harus kita olah dalam otak kita; jika kita tidak menyerap beberapa di antaranya, tidak ada yang akan memengaruhi diri kita."

Yang disebut pemazmur "berbahagia" juga bukan orang yang sekadar membaca firman Tuhan, tetapi yang merenungkannya siang dan malam. Merenungkan firman Tuhan berarti menyerapnya masuk dalam sistem berpikir kita. Pikiran yang dipengaruhi firman Tuhan inilah yang membuat orang tidak lagi suka berdekatan dengan dosa (ayat 1). Orang yang suka merenungkan firman Tuhan diibaratkan seperti pohon di tepi aliran air. Agar tidak layu, air haruslah diserap dan mengaliri semua bagian di dalam pohon itu, bukan sekadar lewat.

Seberapa banyak Anda "merenungkan" firman Tuhan selama ini? Pakailah 25-50% waktu pembacaan Alkitab untuk merenungkan satu ayat, frasa, atau kata. Lontarkan pertanyaan. Berdoalah. Buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan sedikitnya satu cara untuk menerapkannya. Jangan buru-buru. Benamkan diri Anda dalam firman. Jangan lagi biarkan jiwa Anda merana karena tak sempat menyerap apa-apa. Biarkan firman itu mengaliri dan menyegarkan Anda, memengaruhi hidup Anda dan membuat Anda berbuah-buah pada musimnya. --ELS

SABDA. :.Read More ..