Jumat, 06 November 2015

Lyrics Christ the King

Christ the King Lyrics – Brooklyn Tabernacle Choir (2015)

pray
pray

 Christ the king my everything

I put my trust in You

Christ the King everything to you

Christ the king my everything

I give my life to You

Christ the king my everything I give my life to you
Repeat

Jumat, 16 Oktober 2015

BELAJAR MENJADI DIRIGEN / CONDUCTOR

Derigen
derigen
:.Derigen 
Istilah Dirigen (Belanda : dirigent; Inggris ; conductor) diartikan sebagai pemimpin dan pelatih (dalam hal ini, yang dimaksud adalah memimpin dan melatih sekelompok pemain musik atau paduan suara untuk memainkan karya musik). Jadi dirigen atau konduktor adalah orang yang memimpin sebuah pertunjukan musik/koor melalui gerak isyarat. Orkestra dan paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen. Seperti pada setiap cabang musik, dirigen adalah sebuah keterampilan yang harus diolah dengan hati-hati. Seseorang dirigen harus bisa memberikan latihan teknis dalam mempersiapkan suatu pergelaran, sekaligus memberikan penafsiran yang tepat untuk masing-masing lagu yang akan dinyanyikan. Disamping itu seseorang dirigen harus mampu menguasai musik secara teknis sehingga apabila menghadapi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh anggota kelompok yang dipimpinnya dan dapat segera memberikan jalan keluar. Dirigen atau Conductors menggunakan jenis musik bahasa isyarat yang terdiri dari tangan, lengan dan gerak-gerik wajah daripada bicara untuk berkomunikasi dengan musisi (peserta paduan suara) dalam ansambel. Menjadi seorang dirigen adalah pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan syarat-syarat yang harus dipenuhinya, baik secara fisik maupun mental. Adapun syarat-syarat tersebut adalah Syarat-syaratseorang Dirigen/ Conductor yang baik : a. Seorang Dirigen harus Berwibawa Seorang dirigen harus mempunyai wibawa yang memadai, karena dia harus memimpin sekian puluh orang yang harus taat kepada aturan-aturan (baik teknis maupun naskah lagu) Sebagai seorang pemimpin dia harus mampu memberi sugesti dan motivasi kepada anggota kelompok yang dipimpinnya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi. b. Seorang Dirigen harus Musikal Seorang dirigen harus mempunyai bakat musik yang memadai misalnya : mempunyai kepekaan untuk merasakan Picth yang kurang pas/kurang tepat. Segera tahu faktor-faktor kesulitan pada sebuah lagu /karya musik dan dapat memberikan jalan keluar yang tepat. c. Seorang Dirigen Mempunyai Pengetahuan Musik Seorang dirigen harus mempunyai pengetahuan musik yang baik misalnya secara teknis tentang teori musik (akord-akord, bentuk-bentuk, musik, orkestrasi dll.) bahkan tidak jarang seseorang komponis juga merangkap sebagai seorang dirigen. Dengan pengetahuan musik yang lengkap tadi diharapkan dalam menyajikan suatu karya musik tidak mengalami salah penafsiran. d. Seorang Dirigen harus Mempunyai Imajinasi Seorang dirigen dengan kemampuan imajinasi yang baik harus bisa mengungkapkan / mengekspresikan pesan-pesan yang ada pada catatan musik/partitur tersebut menjadi sajian musik yang bisa dimengerti penontonnya. e. Seorang Dirigen harus Sehat Seorang dirigen yang menjadi tumpuan dari sekian banyak anggota kelompok yang dipimpinnya. Dalam memimpin suatu pertunjukan musik atau koor, Ia akan berdiri terus menerus dan akan melakukan berbagai gerakan tangan. Dan pandangannya harus merata ke semua pemain musik atau paduan suara. f. Seorang Dirigen harus tampak simpatik Seorang dirigen hendaknya berpakaian rapi dan penampilannya meyakinkan. Karena semua pemain musik atau peserta koor, bahkan penonton akan selalu memandangnya. Baton atau tongkat dirigen Ketika memimpin sebuah pertunjukan musik atau koor, seorang dirigen biasanya memegang tongkat dirigen atau disebut juga baton. Tongkat tersebut hampir serupa dengan lidi dan biasanya diberi warna putih dengan panjang tidak lebih dari 60 cm. Baton berfungsi sebagai penyambung tangan dirigen karena baton tidak diperlukan apabila dirigen memimpin ensambel kecil/kelompok paduan suara kecil yang anggotanya kurang dari 50 orang. Baton baru terasa fungsinya apabila kita memimpin orkestra/ensambel besar dengan jumlah anggota yang banyak (lebih dari 50 orang). Teknik mendirigen Penampilan seorang dirigen dalam memimpin paduan suara atau kelompok ensambel lainnya harus jelas, tegas dan dapat dilihat oleh semua anggota kelompok yang dipimpinnya. Cara-cara seseorang dirigen dalam memimpin adalah sebagai berikut a. Posisi Berdiri Badan lurus posisi salah satu kaki sedikit maju. Kedua tangan kira-kira di depan dada dengan posisi siku disamping kiri badan. Posisi tangan kanan boleh sejajar dengan tangan kiri atau sedikit lebih tinggi. b. Gerak Tangan Pembagian tugas tangan kanan adalah memberi tempo, sedang tangan kiri memberikan dinamika. Pada hitungan pertama musik, gerakan tangan selalu mengarah ke bawah (jatuh), sedangkan hitungan terakhir selalu mengarah ke atas. c. Aba-aba dalam memberi aba-aba kita harus mengetahui tanda metrum lagu tersebut. Berikut ini pola gerakan tangan saat memberi aba-aba sesuai dengan tanda metrum.

Beberapa pola gerakan tangan dalam memberi aba-aba :
:.Pola gerakan birama 2/4
birama 2/4
2/4

:.Pola gerakan birama 3/4 
3/4
3/4



















:.Pola gerakan birama 4/4
4/4
4/4



















:.Pola gerakan birama 6/8
6/8
6/8










Minggu, 22 Juli 2012

Tak Bisa Dibungkam

22 Juli 2012

Bacaan Setahun :
Yesaya 31-34

Nats :
Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar. (Kisah Pr. Rasul 4:20)

Tak Bisa Dibungkam

Kisah Para Rasul 4:1-22

Jika menonton film yang bagus, saya akan bersemangat memujinya di Facebook, di Twitter, atau menulis ulasan di blog. Saya akan menjadikannya bahan obrolan, menyarankan teman untuk menontonnya, dan suatu saat menontonnya lagi--mungkin sampai berulang-ulang. Hal serupa bisa berlaku untuk buku, lagu, gadget, makanan, tempat wisata, atau berbagai produk lain. Tanpa disuruh-suruh, kita cenderung menjadi "juru iklan" bagi produk yang kita sukai.

Rabu, 11 Juli 2012

Satu Pelajaran Berharga

merenung
Model
Saya pulang bekerja, duduk di kursi terdekat, dan membuka lembaran koran yang sudah saya bawa dari depan rumah. Sebuah berita bisnis menarik perhatian saya karena ada seorang wanita lokal yang berhasil mendapatkan hadiah dari bank, dengan fotonya terpampang jelas. Dia adalah teman kelas saya di SMP, saya ingat. Dia telah menjadi ‘seseorang’, mengapa saya belum? pikir saya dalam hati. Saya mengalami hari yang panjang dalam karir sebagai perawat, saya pulang dengan rasa penat luar biasa dan tidak bersemangat. Kehidupan keuangan masih tidak lancar dan mengingat tentang masa SMP tidak membantu saya sama sekali. Saya hanyalah gadis aneh dengan pakaian yang konyol. Bahkan saya menggunakan kacamata yang tebal dan besar dengan frame yang jelek. Saya sudah membuang buku tahunan sekolah saya yang memuat foto saya dulu dan tidak pernah melihatnya lagi. Semua anak gadis pada masa SMP saya yang terkenal sepertinya menggunakan jeans yang didesain khusus, begitu juga anak laki-laki. Mereka kelihatan begitu sempurna dalam berpakaian, tapi bukan saya.
Loading...